googlef07c5479d9b2a839.html Kang Rendy: Pemanasan dalam Olahraga

Senin, 08 November 2010

Pemanasan dalam Olahraga


Olahraga merupakan suatu aktivitas fisik yang dilaksanakan secara aktif dengan tujuan untuk memperoleh/mempertahankan/meningkatkan kesegaran jasmani dan meningkatkan prestasi. Berbagai macam bentuk dan jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pada dasarnya setiap aktivitas olahraga terdiri dari pemanasan, kegiatan inti, dan pendinginan. Ketiga tahap ini hendaknya menjadi pedoman bagi para pelaku olahraga ketika melakukan kegiatan olahraga. Pemanasan (warming-up) adalah aktivitas yang berisi gerakan-gerakan yang mendukung aktivitas inti dari olahraga yang akan dilakukan berikutnya. Aktivitas pemanasan berisikan peregangan statis, dinamis, dan gerakan-gerakan formal olahraga yang akan dilakukan (Yanto, 2008).
Sebelum melakukan aktivitas olahraga, setiap pelaku olahraga sebaiknya dan bahkan harus melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan atau yang biasa disebut dengan warming-up sangat penting untuk dilakukan sebelum berlatih atau berolahraga pada umumnya, akan tetapi sering diabaikan oleh pelaku olahraga. Bukan hanya masyarakat awam, tetapi atletpun terkadang tidak melakukannya. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan pelaku, kurangnya kesadaran pelaku, dan malas melakukan pemanasan. Seringkali terlihat bahwa pelaku olahraga yang datang ke lapangan langsung memakai peralatan olahraganya, dan langsung melakukan permainan tanpa pemanasan terlebih dahulu (Yanto, 2008).Pemanasan berguna untuk memperbaiki performa, mencegah resiko cedera, melenturkan otot tubuh, bahkan hingga pencegahan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan tulang (orthopedic) (Sportindo, 2007). Pemanasan ini dilakukan untuk mempersiapkan tubuh dalam menerima beban fisik dan  mengurangi resiko cedera yang mungkin terjadi saat melakukan aktivitas olahraga. Menurut Luxbacher (2001), menyatakan bahwa pemanasan berguna untuk menghangatkan suhu otot, melancarkan aliran darah dan memperbanyak masuknya O2 ke dalam tubuh, memperbaiki kontraksi otot dan kecepatan gerak refleks, juga menjaga kejang otot dan pegal-pegal keesokan harinya. Sedangkan menurut Brick (2002) mengatakan bahwa pemanasan menguntungkan, diantaranya: (1) meningkatkan denyut jantung, (2) mempersiapkan otot-otot dan sendi, (3) meningkatkan suhu tubuh, (4) meningkatkan sirkulasi cairan dalam tubuh, (5) mempersiapkan seseorang secara psikologis dan emosional. 
Sedangkan Brick (2002), mengatakan bahwa pemanasan sangatlah menguntungkan, diantaranya: (1) menaikkan denyut jantung, (2) mempersiapkan otot-otot dan sendi, (3) meningktakan suhu tubuh, (4) meningkatkan sirkulasi cairan dalam tubuh, (5) menyiapkan seseorang secara psikologis dan emosional. Karena itu pemanasan tidak dapat diremehkan. Proses pemanasan yang tidak optimal bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami cedera.

Gerakan-gerakan pemanasan umumnya terdiri dari kalestenik, tumbling, dan akrobatik. Menurut Soekarno (1986) Calesthenik berasal dari kata Yunani (Greka), yaitu kalos yang artinya indah dan stenos yang artinya kekuatan, jadi calesthenik dapat diartikan sebagai kegiatan memperindah tubuh melalui latihan kekuatan, dalam bahasa Inggris calesthenik diartikan sebagai free exercises, dalam bahasa Jerman disebut frei ubungan. Tumbling adalah gerakan yang cepat dan eksplosif dan merupakan gerak yang pada umumnya dirangkaikan pada satu garis lurus. Adapun cirinya adalah adanya unsur melompat, melayang bebas di udara dan dilakukan dengan cepat. Tumbling berasal dari kata Tombolon (bahasa Itali), Tomelen (bahasa Belanda), Tomber (bahasa Perancis) yang artinya melompat disertai melenting dan berjungkir balik dan berirama (Soekarno, 1986). Mahendra (2001) mengartikan akrobatik sebagai keterampilan yang pada umumnya menonjolkan fleksibilitas gerak dan balancing (keseimbangan) dengan gerakan yang agak lambat.

Daftar Rujukan

Brick, L. 2002. Bugar Dengan Senam Aerobik (terjemahan oleh Anna Agustina). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Luxbancher, Josep. A. 2001. Sepakbola. Jakarta: PT. Grafindo Media Pratama.
Luxbancher, Josep. A. 2001. Sepakbola: Taktik dan Tehnik Bermain. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Mahendra. 2001. Pembelajaran Senam: Pendekatan Pola Gerak Dominan Untuk Siswa SLTP. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga.
Soekarno. W. 1986. Teori dan Praktek Senam Dasar. Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Sportindo, 2007. Warm-Up versus Stretching. (online), (http://www.sportindo.com/page/156/Exercise_Healthy_Living/Articles_Tips/Warm-Up_versus_Stretching.html, diakses 23 Maret 2009)


Yanto, 2008. Pemanasan Dulu Baru Olahraga. (online), (http://cetak.bangkapos.com/opini/read/71.html, diakses 23 Maret 2009)

Mohon maaf jika ada kekeliruan,.. Semoga Bermanfaat, amin3.. ^_^ Rendy's...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar